Sunday, 11 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Turun Usai Rilis Data JOLTS, Namun Bangkit Kembali
Wednesday, 7 January 2026 23:31 WIB | GOLD |GOLD

Pasar logam mulia sempat tertekan turun setelah dirilisnya data JOLTS Job Openings (lowongan kerja AS), namun dalam sesi perdagangan berikutnya harga emas berhasil memulihkan diri dan kembali naik, mencerminkan dinamika pasar yang penuh volatilitas jelang data ekonomi besar berikutnya.

Reaksi Awal: Turun setelah Data JOLTS

Data JOLTS yang lebih kuat dari ekspektasi investor sering dipandang sebagai pertanda bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Ini berdampak pada:

Penguatan Dolar AS, karena data kuat sering meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang membuat aset non-imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.

Akibatnya, emas sempat tertekan turun segera setelah angka JOLTS dirilis.

Pemulihan Harga: Emas Bangkit Lagi

Setelah penurunan awal, harga emas justru kembali naik, dan ini disebabkan oleh beberapa faktor:

Profit Taking di Dolar dan Yield
Banyak pelaku pasar mengambil keuntungan cepat dari penguatan dolar dan imbal hasil, membuat dolar melemah kembali yang secara umum mendukung harga emas.

Pandangan Pasar yang Lebih Kompleks
Walaupun data tenaga kerja terlihat kuat, pasar tetap mengingat bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali dan keputusan suku bunga berikutnya masih penuh ketidakpastian. Hal ini membuat investor kembali mencari aset aman seperti emas.

Level Support Teknis yang Kuat
Secara teknikal, harga emas berada di area support penting, sehingga banyak trader yang melakukan aksi beli (buy the dip) saat harga menyentuh level ini, memberi dorongan harga kembali naik.

Antisipasi Data Berikutnya
Dengan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, banyak trader memilih untuk bertahan di emas sebagai bentuk hedge (lindung nilai) terhadap risiko pasar.

Apa Artinya bagi Pelaku pasar

Pergerakan harga emas yang turun lalu naik kembali menunjukkan sensitivitas tinggi pasar terhadap data makro, namun juga bahwa:

Emas tetap diminati sebagai aset safe haven ketika ada ketidakpastian.

Reaksi awal pasar terhadap data makro belum tentu bertahan lama jika tidak didukung oleh tren fundamental yang kuat.

Reaksi volatil emas pasca-data JOLTS adalah contoh nyata bagaimana pasar modern bergerak cepat pada headline, namun kemudian berbalik arah setelah mempertimbangkan faktor yang lebih luas mulai dari positioning teknikal hingga ekspektasi suku bunga dan risiko global.(Cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis...
Saturday, 10 January 2026 04:18 WIB

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar...
Friday, 9 January 2026 23:17 WIB

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai as...

Penyesuaian Indeks Komoditas Tekan Harga Emas...
Thursday, 8 January 2026 17:26 WIB

Harga emas turun pada hari Kamis(8/1) karena investor bersiap menghadapi penjualan berjangka yang terkait dengan perombakan indeks komoditas, dengan dolar AS yang lebih kuat menambah tekanan dengan me...

Emas "Nunggu" Momen Besar Jumat Ini...
Thursday, 8 January 2026 07:18 WIB

Harga emas cenderung stabil setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Pasar sekarang menahan langkah sambil menunggu dua hal besar: rilis data tenaga kerja AS dan proses penyesuaian (rebala...

Emas Turun,Fokus Beralih ke Data AS...
Wednesday, 7 January 2026 19:19 WIB

Harga emas turun karena pelaku pasar mulai "mengabaikan" eskalasi geopolitik dan memilih fokus ke rangkaian data ekonomi AS yang padat pekan ini. Emas sempat melemah setelah reli lebih dari 4% dalam t...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang...