Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Turun Usai Rilis Data JOLTS, Namun Bangkit Kembali
Wednesday, 7 January 2026 23:31 WIB | GOLD |GOLD

Pasar logam mulia sempat tertekan turun setelah dirilisnya data JOLTS Job Openings (lowongan kerja AS), namun dalam sesi perdagangan berikutnya harga emas berhasil memulihkan diri dan kembali naik, mencerminkan dinamika pasar yang penuh volatilitas jelang data ekonomi besar berikutnya.

Reaksi Awal: Turun setelah Data JOLTS

Data JOLTS yang lebih kuat dari ekspektasi investor sering dipandang sebagai pertanda bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Ini berdampak pada:

Penguatan Dolar AS, karena data kuat sering meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang membuat aset non-imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.

Akibatnya, emas sempat tertekan turun segera setelah angka JOLTS dirilis.

Pemulihan Harga: Emas Bangkit Lagi

Setelah penurunan awal, harga emas justru kembali naik, dan ini disebabkan oleh beberapa faktor:

Profit Taking di Dolar dan Yield
Banyak pelaku pasar mengambil keuntungan cepat dari penguatan dolar dan imbal hasil, membuat dolar melemah kembali yang secara umum mendukung harga emas.

Pandangan Pasar yang Lebih Kompleks
Walaupun data tenaga kerja terlihat kuat, pasar tetap mengingat bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali dan keputusan suku bunga berikutnya masih penuh ketidakpastian. Hal ini membuat investor kembali mencari aset aman seperti emas.

Level Support Teknis yang Kuat
Secara teknikal, harga emas berada di area support penting, sehingga banyak trader yang melakukan aksi beli (buy the dip) saat harga menyentuh level ini, memberi dorongan harga kembali naik.

Antisipasi Data Berikutnya
Dengan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, banyak trader memilih untuk bertahan di emas sebagai bentuk hedge (lindung nilai) terhadap risiko pasar.

Apa Artinya bagi Pelaku pasar

Pergerakan harga emas yang turun lalu naik kembali menunjukkan sensitivitas tinggi pasar terhadap data makro, namun juga bahwa:

Emas tetap diminati sebagai aset safe haven ketika ada ketidakpastian.

Reaksi awal pasar terhadap data makro belum tentu bertahan lama jika tidak didukung oleh tren fundamental yang kuat.

Reaksi volatil emas pasca-data JOLTS adalah contoh nyata bagaimana pasar modern bergerak cepat pada headline, namun kemudian berbalik arah setelah mempertimbangkan faktor yang lebih luas mulai dari positioning teknikal hingga ekspektasi suku bunga dan risiko global.(Cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS